Tidak semua barang impor memiliki persyaratan yang sama
China menjadi salah satu sumber barang bagi banyak pelaku usaha Indonesia. Namun, pengiriman kain, pakaian, sajadah, karpet, hingga produk kecantikan tidak bisa selalu diperlakukan sama. Jenis barang memengaruhi klasifikasi HS Code, dokumen, ketentuan lartas, cara pengemasan, dan perhitungan biaya. Panduan ini membantu Anda menyiapkan pertanyaan yang tepat sebelum meminta penawaran cargo.
7 kategori barang yang perlu Anda kenali
01Kain dan bahan tekstil
Contoh: kain gulungan, kain rajut, bahan pakaian, dan tekstil untuk produksi. Catat komposisi serat, jenis kain, ukuran gulungan, dan jumlah. Produk tekstil tertentu dapat memiliki persyaratan impor khusus; periksa HS Code dan ketentuan yang berlaku.
02Pakaian jadi dan produk apparel
Contoh: kaus, kemeja, jaket, celana, dan aksesori fashion. Bedakan pakaian jadi, bahan setengah jadi, dan aksesori karena klasifikasi serta persyaratannya bisa berbeda. Siapkan daftar model, bahan, jumlah, dan foto produk.
03Sajadah, karpet, dan perlengkapan rumah
Contoh: sajadah, karpet gulung, keset, selimut, dan handuk. Informasikan bahan, ukuran, ketebalan, serta metode pengemasan. Barang berukuran besar bisa membutuhkan perhitungan CBM yang cermat.
04Barang umum dan perlengkapan usaha
Contoh: perlengkapan toko, produk rumah tangga non-elektronik, dan aksesori usaha. Istilah “barang umum” bukan jaminan bebas izin. Jenis bahan, fungsi, merek, dan penggunaan barang tetap perlu diperiksa.
05Kosmetik dan produk perawatan
Kategori ini memerlukan perhatian lebih pada komposisi, label, keamanan produk, dan persyaratan instansi terkait seperti BPOM. Jangan mengirim sebelum kelayakan impor dan dokumennya dikonfirmasi.
06Produk herbal dan barang dengan pengawasan khusus
Produk herbal, makanan, suplemen, dan kategori tertentu dapat tunduk pada ketentuan yang berbeda. Jangan menganggapnya setara dengan barang umum. Mintalah pemeriksaan regulasi berdasarkan produk yang spesifik.
07Barang besar atau kebutuhan proyek
Peralatan usaha, mesin, dan barang berukuran besar membutuhkan data dimensi, berat, kebutuhan bongkar-muat, serta pemeriksaan ketentuan teknis. Ketersediaan layanan harus dikonfirmasi berdasarkan spesifikasi barang.
LCL atau FCL: mana yang lebih cocok?
Cocok dipertimbangkan ketika volume barang belum membutuhkan satu kontainer penuh. Biaya dan penanganan bergantung pada volume, jenis barang, serta rute pengiriman.
LCL ↗Dapat dipertimbangkan untuk pengiriman volume besar atau kebutuhan penanganan tertentu. Periksa ukuran kontainer, berat, jadwal, serta total biaya sampai tujuan.
FCL ↗Istilah impor yang wajib dipahami
Kode klasifikasi barang yang membantu menentukan tarif dan persyaratan impor.
Cubic meter: volume barang berdasarkan panjang × lebar × tinggi dalam meter.
Larangan dan/atau pembatasan impor yang dapat berlaku untuk barang tertentu.
Dokumen yang menjelaskan transaksi, rincian barang, jumlah, berat, dan kemasan.
Checklist sebelum meminta penawaran
- Foto dan deskripsi produk yang jelas
- Bahan, fungsi, merek, dan spesifikasi barang
- Jumlah, berat, ukuran karton, dan estimasi CBM
- Lokasi pemasok di China dan tujuan di Indonesia
- Invoice, packing list, dan informasi dokumen yang tersedia
- Konfirmasi HS Code, lartas, izin, dan cakupan penawaran